Menyusuri Keindahan Karst Rammang-Rammang Maros


1

Senja di sore itu sangat indah. Saya cukup tergiur untuk berhenti. Jujur, saya ingin sekali mengabadikan momen indah itu. Momen matahari terbenam di tengah sawah. Bagi sebagian orang mungkin ini biasa saja. Tapi bagi saya ini sesuatu yang luar biasa. Matahari terbenam, sawah dan petani yang sedang sibuk dengan aktivitasnya.

Belum sempat saya bertanya, teman yang membonceng saya langsung buru-buru menanggapi. “Lain kali aja. Kita harus mengejar waktu. Kita harus sampai sebelum gelap,” katanya. Saya pun harus melewatkan momen indah itu. Tapi, saya cukup bahagia karena bisa melihat momen indah itu secara langsung.

Motor pun melaju dengan kencang. Entah kecepatan berapa. Saya lebih menghawatirkan barang-barang yang saya bawa. Saya tak sempat lagi melihat kecepatan di speedometer. Tak berapa lama kemudian, kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa indah. Gugusan batu kapur (karst) yang begitu memanjakan mata.

2.JPG

Rammang-rammang. Saya sebut kata itu berulang-ulang. Ini seperti sebuah mimpi. Saya sangat terkejut melihat realitas yang ada. Ini jauh dari apa yang saya harapkan. Sangat jauh. Rammang-rammang menghadirkan sesuatu yang berbeda. Meski jaraknya tak begitu jauh dari pusat kota Makassar, namun keindahan yang ditawarkan tempat ini begitu kontras. Ketenangan dan nuasa menyatu dengan alam justru begitu terasa disini.

Destinasi wisata alam Rammang-rammang ini berada di Desa Salenrang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros. Untuk mengeksplore keindahan tempat ini pun cukup mudah karena anda bisa melakukan perjalanan darat sekitar satu jam dari Kota Makassar menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Sementara itu, untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat, bisa melakukan penerbangan menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sangat mudah untuk mendapatkan tiket pesawat karena bisa melakukan pemesanan secara online dari agen resmi yang banyak menyediakan jasa tiket online. Setelah tiba di bandara, tinggal melanjutkan perjalanan darat sekitar satu jam menuju destinasi wisata Rammang-rammang Maros.

Indahnya pemandangan hijau sawah yang terhampar luas dan batu karst yang menjulang dengan variasi tinggi yang beragam siap memanjakan mata begitu menginjakan kaki di kawasan wisata alam ini. Gugusan pengunungan karst Maros ini merupakan taman hutan batu karst terbesar ketiga di dunia setelah taman hutan batu Tsingy di Madagaskar dan taman hutan batu Shilin yang ada di Tiongkok.

3.JPG

Untuk menikmati taman batu terbesar ketiga di dunia ini kita bisa melakukan perjalanan menggunakan perahu dari dermaga satu dan dermaga dua dengan menyusuri sungai kapuas. Sewa perahu pun beragam tergantung kesepakatan. Harga sewa perahu berkisar antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Agar lebih murah, anda bisa menyewa perahu bersama pengunjung lain yang ada. Nantinya, perahu ini akan membawa para pengujung untuk menyusuri sungai kapuas dan menikmati keindahan alam yang ada. Selain bisa menikmati pesona keindahan taman batu karst. Perahu ini nantinya akan membawa anda menuju kampung Berua. Kampung ini cukup tersembunyi karena dikeliling gunung batu kapur.

Sebenarnya, perjalanan menggunakan perahu menuju kampung Berua bukanlah satu-satunya cara untuk menikmati keindahan kampung ini. Selain menggunakan perahu anda juga bisa traking sekitar 30 menit untuk menuju kampung ini. Jadi tunggu apa lagi. Siapkan rencana perjalananmu.

 

Advertisements

Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s