Sambutan Hangat Keluarga Baru di Bacan


dsc_0093
Suasana Bacan saat malam hari.                                                                           Foto: @sahrulrusli

Sebuah telpon berdering. Saat itu saya berada di atas kapal. Saya hendak kembali ke kota asal, Makassar. “Ngana dimana sekarang?,” Pertanyaan itu langsung diajukan begitu saya mengangkat telpon. Telpon itu dari seorang kenalan di Pulau Obi Halmahera Selatan, Syaiful Dano. Ia berasal dari pulau Bacan Maluku Utara.

“Entar kalau ngana sampe di Bacan nanti singgah di Ipul pung rumah. Nanti Ipul pung keluarga jemput di pelabuhan,” pemuda yang akrab dipanggil Ipul itu pun kembali melanjutkan pembicaraan dengan dialek Maluku Utara yang kental. Mendengar ucapannya, saya pun langsung mengiyakan. Rasanya sangat tidak enak menolak niat baiknya. Terlebih, ia sangat berharap bisa menjamu kami di kampung halamannya.

Meski ia tak berada di kampung halamannya, namun ia tak lantas membatalkan jamuan untuk menyambut kami di kampung halamannya. Ia sudah menelpon keluargannya untuk menyiapkan segala sesuatunya. Bahkan ia sudah menelpon sepupunya untuk menjemput ketika saya tiba di pelabuhan Kupal, Bacan nantinya.

Sebelum melakukan perjalanan menggunakan kapal Sumber Raya 04, saya harus menempuh perjalanan sekitar satu jam lebih dari desa Kawasi menggunakan kapal cepat atau speed boat . Tak sampai disitu, saya pun masih harus melanjutkan perjalanan menggunakan ojek menuju pelabuhan Lauwui untuk melanjutkan perjalanan ke Ternate menggunakan kapal Sumber Raya 04. Sebelum sampai di Ternate, kapal nantinya saya naikki akan singgah di beberapa pelabuhan. Salah satu pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Kupal yang ada di Bacan.

Cuaca cukup cerah. Terik mentari, laut biru yang tenang membuat perjalanan saya begitu berkesan. Saya sangat menikmati perjalanan kali ini. Terlebih, pemandangan gunung-gunung yang begitu memanjakan mata. Saat sore, kapal pun sandar di pelabuhan Kupal. Para penumpang pun langsung menyiapkan diri untuk turun.

dsc_0055
Suasana saat tiba di pelabuhan Kupal, Bacan Maluku Utara.                              Foto:@sahrulrusli

Sebuah tangga pun sudah disiapkan oleh Anak Buah Kapal (ABK) untuk di lewati para penumpang yang akan turun. Para penumpang pun mulai memadati bagian depan kapal bersiap untuk turun. Saya pun akhirnya mengkonfirmasi kedatangan saya kepada seorang laki-laki yang sebelumnya menelpon saat kapal masih dalam perjalanan ke Bacan. Saya sempat kenalan saat bertemu namun namanya hilang begitu saja dalam ingatan. Yang saya tahu, dia adalah sepupunya Ipul.

Dia lah yang menjemput saya dan dua orang teman, Andri dan Herwin saat kami tiba di pelabuhan Kupal, Bacan. Begitu sampai, kami pun di sambut hangat oleh keluarga Ipul. Tak lama setelah kami dipersilahkan duduk, sebuah ceret plastik berisi teh hangat dan sepiring kue yang mendampingnya langsung menghampiri. Seketika itu pula, rasa kantuk akibat perjalanan laut menghampiri begitu teh hangat memasuki rongga mulut.

Rumah yang kami singgahi sempat gelap gulita akibat pemadangan bergilir di kota itu. Sebuah pelita pun menjadi penerang malam itu. “Kalian mau mandi? Kalau mau mandi ada kamar mandi di belakang,” kata tuan rumah yang menyambut kami. Namun, tak satu pun dari kami yang membawa peralatan mandi. Akhirnya, tak ada yang mandi malam itu.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 7.00 malam. Kami pun berniat pamit untuk kembali ke kapal. Namun, kami di tahan. “Kalian tunggu dulu ya. Kalian harus makan dulu baru kembali ke kapal,” kata mama Ipul menghampiri kami di ruang tamu.

Begitu makanan siap, kami pun dipersilahkan menuju meja makan. Ikan bakar, sayur, kasoami, ketupat dan dabu-dabu sudah siap menyambut di meja makan. Nuansa kekeluargaan begitu terasa di malam itu. Meski baru kenal tapi rasanya begitu dekat. Usai makan, kami pun pamitan untuk kembali ke kapal. Waktu itu, sudah pukul 8.00 malam. Sementara jadwal keberangkatan kapal dari Bacan menuju Ternate tepat pukul 9.00 malam. Terima kasih buat Ipul dan keluarga. Terima kasih atas sambutan hangatnya.

Baca Juga :

Advertisements

Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s